Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Floating Rate Adalah Jenis Suku Bunga Dalam KPR. Cari Tahu Kelebihan, Kekurangan, Dan Maksimal Bunganya Di Sini!

Rumah.BlogDaffa.Com - Floating rate merupakan salah satu istilah yang wajib kamu ketahui apabila kamu ingin mengajukan KPR. Yuk, cari tahu detailnya di sini!

Dengan hadirnya program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tentunya hal ini bisa menjadi angin segar bagi mereka yang ingin segera memiliki hunian pribadi.

Nah, dalam program KPR sendiri calon nasabah tentunya akan dihadapkan dengan dua pilihan suku bunga.

Salah satu suku bunga tersebut yakni floating rate atau bisa diartikan suku bunga mengambang.

Floating rate sendiri merupakan salah satu jenis suku bunga yang wajib kamu pahami terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mendaftar KPR, supaya nantinya kamu tidak merasa rugi ditengah-tengah cicilan.

Oleh karena itu, Yuk cari tahu lebih jelasnya tentang suku bunga mengambang ini mulai dari kelebihan, kekurangan, bahkan hingga maksimal bunganya di bawah ini!


Floating Rate Adalah...

Floating rate adalah
Floating rate adalah (Rumah.BlogDaffa.Com)

Floating rate merupakan suatu nilai suku bunga yang tidak tetap alias naik turun mengikuti angka bunga pasaran baik itu skala nasional ataupun internasional.

Angka bunga ini ditentukan oleh pasar Indonesia dan internasional seperti LIBOR dan SIBOR.

Saat suku bunga pasaran tengah naik, maka bisa dipastikan suku bunga yang ditetapkan pada cicilan kredit pun secara otomatis akan bertambah.

Maka dari itu untuk angkanya sendiri tergolong fluktuatif, pihak bank atau penyedia kredit biasanya tidak akan pernah mencantumkan jumlah nilai suku bunga pada brosur angsuran.


Kelebihan dan Kekurangan Floating Rate

Floating rate atau suku bunga mengambang mempunyai angka bunga yang cenderung tidak pasti.

Meskipun cenderung tidak pasti, nyatanya jenis suku bunga ini dapat membawa keuntungan tersendiri, loh!

Misalnya, ketika bunga acuan dari BI sedang turun, maka secara otomatis nilai cicilan kredit yang kamu miliki akan ikut turun.

Dalam konteks ini, kamu dapat menghemat bahkan hingga puluhan persen uang yang biasanya kamu keluarkan.

Akan tetapi, sama halnya dengan penurunan suku bunga, kenaikan suku bunga juga dapat melonjak kapan saja.

Tentu saja hal inilah yang menjadikan kekurangan floating rate yang tidak akan cocok untuk dijadikan pilihan apabila kamu hendak mengambil kredit jangka panjang.

Misalnya seperti kredit rumah yang tenornya bisa mencapai 25 tahun.


Perbedaan Fixed Rate

Perbedaan floating rate dengan fixed rate
Perbedaan floating rate dengan fixed rate
 (Rumah.BlogDaffa.Com

Pada dasarnya ada dua pilihan suku bunga yang biasanya akan ditawarkan ketika kamu memutuskan untuk mengajukan pinjaman, yaitu floating rate dan fixed rate.

Sama halnya seperti yang sudah kami singgung di atas floating rate ialah suku bunga yang memiliki kecenderungan angka yang tak pasti.

Hal itu lain halnya dengan fixed rate yang memiliki nilai suku bunga tetap atau tidak akan pernah berubah selama periode pinjaman berlangsung.

Dengan demikian nasabah yang memilih suku bunga tetap akan memperoleh angsuran kredit setiap bulannya.

Hal itu karena angka nya yang tak berubah, fixed rate ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.

Selain itu, pilihan ini juga cocok bagi mereka yang tidak ingin terlalu banyak mengambil resiko.

Meski demikian, ada beberapa hal yang musti kalian perhatikan dari suku bunga tetap ini.

Sebagai contoh misalnya, kamu tidak akan bisa komplain untuk menurunkan cicilan kredit ketika nasabah floating rate memperoleh diskon karena suku bunga KPR sedang turun.

Selain itu, kamu juga harus waspada sebab nilai angsuran pada suku bunga tetap umumnya relatif lebih besar dibandingkan dengan suku bunga mengambang.


Maksimal Bunga Floating

Maksimal bunga floating rate
Maksimal bunga floating rate (Rumah.BlogDaffa.Com)

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, fixed rate tidak berubah nilainya selama periode tertentu.

Mengutip dari indonesiapropertiexpo.com, ada beberapa suku bunga tetap yang umumnya kerap ditawarkan.

Misalnya, suku bunga tetap 5,8% selama 2 tahun, 6,5% selama 3 tahun, dan 8,75 % selama 5 tahun.

Setelah masa bunga fixed berakhir, maka berlakulah suku bunga mengambang yang besarnya tidak akan melebihi suku bunga tetap.

Suku bunga mengambang sendiri berlaku fluktuatif, tapi tetap berada maksimal di angka 12%.

Jadi, apabila suku bunga yang menjadi acuan naik menjadi 13%, maka suku bunga mengambang yang berlaku hanya pada batas maksimalnya saja yakni 12%.


Mengapa Floating Rate Sering Direkomendasikan

Walaupun memiliki nilai yang dapat berubah-ubah setiap waktu, sejumlah ahli tetap menyarankan para nasabah untuk memilih floating rate.

Salah satu alasannya adalah apabila Fixed Rate yang sobat pilih sudah berakhir, maka beberapa bank seringkali menaikan suku bunga di atas acuan yang berlaku di pasaran.

Tentu saja hal tersebut akan memberatkan serta merugikan nasabah yang sebelumnya tidak menyiapkan cadangan dana.

Alhasil, risiko kredit KPR macet akan semakin besar.

Tak hanya itu saja, bank yang memberlakukannya dari awal biasanya akan memberikan penawaran berupa potongan suku bunga.

Alhasil suku bunga KPR ini dapat lebih rendah daripada suku bunga acuan.


***


Jadi itulah pembahasan mengenai floating rate dalam suku bunga KPR. Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.