Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tertarik Cicil Rumah? Ini 6 Jenis KPR Rumah Berdasarkan Agunan, Penerima, Dan Suku Bunga

Rumah.BlogDaffa.Com - Perlu kalian ketahui bahwasanya ada banyak sekali ragam jenis KPR di Indonesia yang wajib untuk kita pahami. Dalam setiap perbedaan memiliki peruntukan sendiri dan harus dipelajari lebih dalam supaya tidak salah kaprah. Lalu apa sajakah itu? Maka dari itu, Yuk simak lebih jelasnya dalam artikel ini!

Mungkin selama ini kita pernah beranggapan bahwa KPR tidak ada jenisnya, padahal sebenarnya ada banyak sekali jenisnya, loh!

Nah, buat kamu yang berencana membeli rumah, namun tidak memiliki uang yang cukup, maka kamu bisa mengajukan KPR untuk membantu proses pembelian rumah tersebut.

Pastinya, setiap jenis KPR akan memberikan aturan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Oleh sebab itu, penting rasanya untuk menentukan mana pilihan yang terbaik dan sesuai dengan kondisi mu.


Jenis KPR Berdasarkan Agunan

Jenis KPR Berdasarkan Agunan
Jenis KPR Berdasarkan Agunan (Rumah.BlogDaffa.Com)

1. KPR Pembelian

KPR Pembelian ini merupakan salah satu jenis KPR yang paling umum digunakan oleh masyarakat Indonesia.

KPR Pembelian diajukan untuk membeli dan menggunakan rumah yang akan dibeli sebagai agunan atau jaminannya.

Jadi, apabila pemohon tidak dapat atau sanggup melunasi kredit, maka rumah yang dibeli akan menjadi hak milik bank atau pihak yang memberikan kredit.


2. KPR Multiguna atau Refinancing

KPR Multiguna atau KPR Refinancing bisa pula disebut dengan sistem penilaian ulang rumah yang telah dibeli dengan KPR Pembelian.

Kenapa disebut dengan Refinancing? Sebab pada dasarnya jenis KPR satu ini merupakan pengajuan kredit kembali terhadap pihak bank atau pihak kreditur dengan jaminan yang sudah kalian miliki, dalam konteks ini rumah.

Seperti yang sudah kalian ketahui, harga rumah dan tanah dari tahun ke tahun cenderung lebih meningkat atau mahal.

Sebagai perumpamaan, misalnya 2 tahun yang lalu kamu membeli rumah dengan harga Rp. 500 juta.

Bisa saja, untuk saat ini nilai jual rumah yang kamu miliki itu bisa saja meningkat bahkan tembus di atas Rp. 700 juta.

Nah, apabila kamu hendak mengajukan KPR Refinancing, maka pihak kreditur akan melakukan penyesuaian dengan KPR lama seusai menilai ulang rumah yang akan diajukan.

KPR baru akan di dasarkan pada nilai baru rumah dan untuk bunga kredit baru setelah dikurangi cicilan KPR yang sudah dibayarkan sebelumnya.

Apabila kamu berfikiran untuk mengajukan KPR Refinancing, alangkah baiknya lakukan terlebih dahulu selama satu tahun setelah membeli rumah, sebab harga tanah beserta rumah tentunya sudah meningkat.


Jenis KPR Berdasarkan Penerima dan Tingkat Suku Bunga

Jenis KPR Berdasarkan Penerima dan Tingkat Suku Bunga
Jenis KPR Berdasarkan Penerima dan Tingkat Suku Bunga (Rumah.BlogDaffa.Com)

1. KPR Subsidi

KPR bersubsidi ialah KPR yang disediakan oleh pihak bank sebagai bagian dari program pemerintah atau Jamsostek dalam rangka memfasilitasi pemilikan atau pembelian rumah sederhana sehat untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Dalam hal ini yang dikenakan subsidi adalah suku bunga cicilan dan uang muka.


2. KPR Konvensional atau Non-subsidi

KPR Konvensional atau KPR Non-subsidi yaitu suatu produk KPR yang disediakan oleh pihak bank dengan persyaratan yang mengikuti ketentuan umum perbankan dan untuk tingkat suku bunga regular yang ditetapkan tiap-tiap bank pemberi kredit.

Boleh dikatakan KPR Non-subsidi merupakan KPR Pembelian yang umumnya diajukan masyarakat untuk kelas menengah.


3. Jenis KPR Syariah

Pada dasarnya jenis KPR Syariah ini tidak jauh berbeda dengan KPR non-subsidi, akan tetapi ketentuannya berdasarkan syariat Islam.

Pada produk KPR syariah untuk transaksinya memakai prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakan mutanaqishah (kerjasama sewa).

Kamu tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan produk KPR satu ini, karena ada beberapa bank milik pemerintah dan Bank swasta juga menyediakan produk KPR syariah ini, kok!


4. In-house KPR

Istilah kata in-house KPR merujuk pada pembelian properti dengan cicilan secara bertahap sebagai fasilitas yang sudah disediakan oleh beberapa pengembang atau KPR internal dari pengembang.

Jadi, untuk pemohon in-house KPR tidak akan membayar angsuran kepada pihak bank, melainkan kepada pihak pengembang atau developer.

Biasanya untuk pembelian rumah yang menggunakan in-house KPR, untuk serah terima rumah dilakukan ketika total pembayaran di angka 80 persen atau sesuai dengan perjanjian awal yang sudah kalian sepakati pada perjanjian jual beli (PJB) yang sudah disahkan oleh notaris.

Setelah mengetahui begitu banyak jenis KPR yang ada di Indonesia, sekarang tugasmu ialah memilih berdasarkan keperluan dan kondisi keuangan mu, ya.

Apabila kamu masih bingung dengan penjelasan di atas, kamu tidak usah cemas, karena biasanya pihak bank akan memberimu panduan untuk mengambil jenis KPR tertentu.

Maka dari itu, Yuk pilih jenis KPR secara bijak supaya kamu tidak salah kaprah dan menyesal pada akhirnya.


***


Jadi itulah pembahasan mengenai 6 jenis KPR berdasarkan agunan. Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.