Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Apa Itu Restrukturisasi Kredit Dalam KPR. Lengkap Dari Pengertian, Skema, Hingga Syarat Pengajuan!

Rumah.blogdaffa.com - tak bisa dipungkiri dalam suatu perjalanan untuk melunasi KPR memang tidak selalu berjalan dengan mulus, untungnya, disaat kamu sedang terdesak, kamu memiliki peluang untuk mengajukan restrukturisasi kredit. Apakah kamu masih asing dengan istilah ini? Berikut penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mencicil rumah atau biasa disebut dengan sistem KPR memang memerlukan komitmen dan keseriusan yang tinggi.

Hal itu karena, biaya angsuran rumah akan terikat dengan penghasilanmu selama tenor masih berlangsung.

Sayangnya, tidak ada satu orang pun yang benar-benar yakin dengan kondisi keuangan nya untuk beberapa tahun kedepannya.

Pasalnya setiap orang bisa saja secara tiba-tiba mengalami PHK ataupun bisnis yang mereka geluti mengalami kebangkrutan.

Tentunya hal tersebut dapat mempengaruhi kelancaran dalam membayar cicilan menjadi terganggu akibat perubahan sumber pemasukan utama.

Ketika anda mengalami hal yang demikian, tentu saja ada solusi jitu yang mampu meringankan beban cicilan rumah anda.

Solusi tersebut yaitu dengan memanfaatkan restrukturisasi kredit.

Supaya lebih jelas dan paham silahkan pahami beberapa istilah dalam ulasan berikut ini!


Apa itu Restrukturisasi Kredit dalam KPR?

Apa itu Restrukturisasi Kredit dalam KPR
Apa itu Restrukturisasi Kredit dalam KPR (Rumah.blogdaffa.com)

Menurut pada KBBI istilah "restrukturisasi" merujuk pada "penataan kembali".

Sementara dalam aktivitas finansial istilah restrukturisasi kredit ialah penataan ulang utang seorang debitur kepada pihak bank.

Hal ini tentunya sejalan dengan makna yang tercantum dalam peraturan OJK No.11/POJK.03/2015 pasal 1 ayat 4.

Dalam peraturan tersebut sudah dijelaskan bahwa hal ini merupakan suatu upaya perbaikan dari bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur.

Maka dari itu, progam ini hanya berlaku bagi debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar kredit.

Oleh kara itu, maka tak ayal apabila debitur dimintai surat pernyataan beserta bukti penghasilan terbaru ketika mengajukan restrukturisasi kredit.

Untuk skema penataan kembali kredit debitur sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu penurunan suku bunga, perpanjangan tenor, dan Grace periode.


Syarat Pengajuan Restrukturisasi Kredit

Syarat Pengajuan Restrukturisasi Kredit
Syarat Pengajuan Restrukturisasi Kredit (Rumah.blogdaffa.com)

Pada dasarnya dalam mengajukan penataan ulang kredit tidak sesulit yang kalian bayangkan.

Hanya saja pihak bank menentukan syarat atau kriteria berikut yang harus debitur penuhi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Debitur mengalami kesulitan dalam membayar cicilan pokok dan/atau bunga kredit.
  • Mempunyai suatu usaha yang memiliki peluang baik, sehingga bank yakin bahwa debitur mampu melunasi angsuran setelah restrukturisasi kredit.
  • Pihak debitur bersifat koperatif dengan pihak bank serta memiliki iktikad baik dalam melunasi utang.

Lantas, setelah memenuhi beberapa kriteria di atas, data apa saja yang perlu kalian lampirkan dalam mengajukan restrukturisasi kredit KPR?

Berikut beberapa data pelengkap yang perlu kalian lampirkan:

  • Formulir surat permohonan restrukturisasi kredit.
  • Foto kopi KTP dan NPWP
  • Salinan rekening buku tabungan
  • Surat pernyataan


Tiga Skema Restrukturisasi Kredit dari Bank

Tiga Skema Restrukturisasi Kredit dari Bank
Tiga Skema Restrukturisasi Kredit dari Bank (Rumah.blogdaffa.com)

1. Penurunan Suku Bunga

Pertama, ada skema penurunan suku bunga KPR, apabila kalian merasa presentase bunga saat ini terlalu tinggi.

Sebagai contoh misalnya suku bunga angsuran mu sekarang ini 10% per bulan, sedangkan kondisi keuangan mu tidak memungkinkan untuk membayar cicilan dengan suku bunga tersebut.

Maka, kamu dapat mengajukan penurunan suku bunga menjadi 8-9 persen atau bisa juga kamu meminta pembebasan bunga di setiap kali setoran angsuran.

Dalam konteks ini bisa diartikan bahwa kamu hanya perlu membayar pokok pinjaman saja sampai tenor pinjaman berakhir.


2. Perpanjangan Tenor Kredit

Akan tetapi jika penurunan suku bunga dirasakan kurang memungkinkan, maka kamu bisa meminta perpanjangan tenor.

Sebagai contoh misalnya pada awalnya kalian mengajukan tenor KPR yaitu 10 tahun, namun pada kenyataannya situasi keuangan mu berubah dan hal itu terasa berat.

Maka, kalian bisa mengajukan permohonan untuk memperpanjang tenor KPR menjadi 15 tahun.

Dengan demikian, tentunya nominal cicilan KPR per bulan menjadi sedikit turun, sebab jangka pembayarannya lebih lama.


3. Grace Periode

Pilihan terakhir adalah skema grace periode yang memungkinkan debitur untuk membayar sebagian pokok utang dan bunganya saja.

Dalam beberapa kasus, debitur bahkan bisa membayar suku bunganya saja sampai batas waktu yang sudah ditentukan.

Umumnya, untuk jangka waktu grace periode sendiri sekitar 3 hingga 4 bulan dan dalam konteks ini pihak bank sendirilah yang menentukan jangka waktunya.


Aturan Kualitas Kredit setelah Penataan Ulang

Aturan Kualitas Kredit setelah Penataan Ulang
Aturan Kualitas Kredit setelah Penataan Ulang (Rumah.blogdaffa.com)

Sesuai mengajukan restrukturisasi kredit dan lolos, perlu kalian semua pahami bahwasanya status kredit tidak semerta-merta dalam kondisi yang aman.

Ada beberapa syarat yang tertuang dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2015 tentang kualitas kredit yang perlu kalian pahami.

Pertama, kualitas kredit harus berubah setelah mendapatkan penataan ulang dengan ketentuan, sebagai berikut:

  • Paling tinggi kurang lancar untuk kredit yang sebelumnya tergolong diragukan atau macet.
  • Tetap atau tidak berubah untuk kredit yang sebelumnya tergolong lancar, dalam perhatian khusus, atau kurang lancar.

Sedangkan untuk penilaian status kredit sendiri merupakan suatu wewenang dari pihak bank dan biasanya dinilai dalam tiga kali periode pembayaran.

Kemudian, untuk kriteria penilaian status debitur tergantung pada jumlah kredit yang disetorkan.

Bagi kredit dengan nominal dibawah Rp 5 miliar, poin penilaiannya terletak pada ketepatan dalam membayar pokok dan/atau bunga.

Sedangkan untuk kredit dengan nominal di atas Rp 5 miliar poin penilaiannya tergantung dari prospek usaha, kinerja debitur, serta kemampuan dalam membayar kredit tersebut.


***


Jadi itulah pembahasan tentang Mengenal Apa Itu Restrukturisasi Kredit Dalam KPR. Lengkap Dari Pengertian, Skema, Hingga Syarat Pengajuan! Yang dapat kami sampaikan.

Semoga artikel ini dapat membantu serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.